Sudah Digandrungi Para Remaja

Permainan airsoftgun belakangan mulai banyak diminati sejumlah kalangan. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Malang, permainan dan olah raga ini kini sudah digandrungi para remaja.
Permainan ini bersenjatakan mainan (Airsoftgun) yang mirip dengan aslinya. Bahkan hampir seluruh bentuk dan jenis persenjataan personal di dunia kini sudah diproduksi dalam bentuk mainan Airsoftgun. Mulai dari jenis M16, Ak47, HK, MP5, berbagai jenis pistol dan senapan otomatis jenis Minimi pun juga sudah ada.
Bahkan belakangan ini juga telah diproduksi perlengkapan peperangan mainan lain, seperti bom asap, granat tangan dan juga ranjau darat. Persenjataan Airsoftgun ini menggunakan peluru berbahan butiran kecil yang biasa disebut BB.
Kini, Airsoftgun tidak hanya digunakan oleh para remaja yang cinta terhadap dunia militer, namun sebuah satuan di jajaran Kodam VI/Tpr pun kini sudah berlatih menggunakan Airssoftgun. Seperti yang kini sudah dilakukan Batalyon Raider 600, Kodam VI/Tanjungpura. Bahkan di beberapa negara barat, latihan pertempuran juga menggunakan Airsoftgun, seperti di Amerika dan Negara-negara di Eropa.
Aturan Permainan:

|
Permainan peperangan menggunakan Airsoftgun membutuhkan sportivitas yang tinggi. Pasalnya, peluru (BB) yang dimuntahkan senjata mainan ini tidak memiliki indikasi. Ini berbeda dengan peperangan menggunakan Paint ball, yang berpelurukan butiran cat. Sehingga setiap pemain dalam sebuah pertempuran harus mengangkat tangan/senjata dan berteriak “HIT”, apabila terkena tembakan. Ini menunjukan bahwa orang yang bersangkutan telah tertembak dan harus keluar dari arena pertempuran.
Bagi pemain lain yang masih berjibaku dalam pertempuran juga dilarang keras untuk menembak korban yang sudah menyatakan “HIT”.
Selain itu, pada jarak sekitar 5 meter, antar pemain dilarang menembakkan Airsoftgunya kepada musuhnya. Hal ini untuk menghindari cedera. Sehingga cara lain yang digunakan untuk melumpuhkan musuh pada jarak 5 meter cukup menembak dengan kata “Dor”.
|
|
|